BRMP Sumatera Barat Perkuat Akurasi Data Produksi Padi Melalui Pendampingan KSA di Padang Pariaman
Padang Pariaman (21/6/2026) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pendampingan, verifikasi, monitoring, dan evaluasi data Kerangka Sampel Area (KSA) di Kabupaten Padang Pariaman pada Sabtu-Minggu (20–21/6). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan validitas data luas panen serta produktivitas padi yang menjadi dasar dalam penyusunan statistik pertanian dan pengambilan kebijakan pembangunan sektor pertanian.
Kegiatan pendampingan dilakukan oleh tim BRMP Sumatera Barat bersama petugas lapangan di sejumlah titik sampel pengamatan yang tersebar di Kabupaten Padang Pariaman. Dalam pelaksanaannya, tim BRMP didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta petugas KSA yang bertugas di wilayah setempat. Tim melakukan verifikasi kondisi aktual pada titik-titik KSA, khususnya di Kecamatan Batang Anai dan Kecamatan Ulakan Tapakis. Titik-titik KSA merupakan sampel acuan dengan kondisi produksi yang beragam, sehingga hasil yang diperoleh pada suatu titik tidak selalu mencerminkan kondisi seluruh wilayah. Di Kecamatan Batang Anai terdapat tujuh segmen KSA, dengan salah satu sub segmen telah berubah menjadi lahan bukan sawah, yang turut mempengaruhi data luas panen dan produksi padi di wilayah tersebut.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa beberapa titik KSA yang berada di wilayah hilir dan kawasan pesisir Kecamatan Batang Anai memiliki potensi produktivitas yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan air irigasi, karena aliran sungai belum mampu menjangkau seluruh lahan sawah di kawasan pesisir. Selain itu, penurunan data panen juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti alih fungsi lahan akibat bencana alam menjadi lahan jagung, pembangunan infrastruktur berupa jalan tol, serta perubahan penggunaan lahan lainnya.
Pengukuran produktivitas padi dalam kegiatan KSA dilakukan melalui metode ubinan dengan mengambil sampel pada petak berukuran 2,5 meter × 2,5 meter. Hasil gabah dari petak ubinan tersebut kemudian dikonversi berdasarkan luas lahan yang dipanen untuk memperoleh estimasi produktivitas per satuan luas.
Melalui pendampingan, verifikasi, monitoring, dan evaluasi ini, BRMP Sumatera Barat berharap data KSA yang dihasilkan semakin akurat, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pertanian yang tepat sasaran.